Iseng Terhadap Tuhan?

April 2, 2018
43 Views

Kebakaran hutan di Kalimantan, kelaparan di Irian, kemarau panjang di Jawa, pesawat jatuh di Sumatera dan gempa bumi di Sulawesi. Adakah pulau besar yang belum tersebut? Semua pulau besar di Indonesia tertimpa sengsara. Entahlah…mungkin ini belum berakhir. Mungkin ini hanya sebagian kecil dari “tanda” yang Allah berikan kepada kita. Tetapi sebagian besar diantara kita tak menyadari datangnya “tanda” itu.

Asap Kebakaran mungkin tak masuk ke dalam kantor-kantor megah di Jakarta, tangis saudara kita yang kelaparan di Irian mungkin tak terdengar oleh para petinggi kita, bergetarnya bumi pertiwi di Sulawesi boleh jadi tak mampu menggugah kesadaran mereka, bahkan boleh jadi, sebagian pengusaha sudah siap melarikan modalnya ke luar negeri ketika Rupiah semakin terpuruk.

Barangkali kita memang terlalu sombong untuk memahami bahwa Tuhan sedang murka, barangkali kita terlalu egois untuk menyadari bahwa tak seorangpun akan dapat menolak bencana yang Allah kirimkan,boleh jadi kita akan terlambat menyadari betapa bumi Indonesia ini sudah rusak oleh tingkah laku kita. Barangkali juga kita sudah lupa bahwa negeri akherat itu Allah jadikan untuk orang-orang yang tidak sombong dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi (QS 28: 83). Tidak khawatir-kah kita kalau negeri akherat bukan milik kita?

Ketika pohon terakhir telah terbakar, ketika rumah terakhir sudah rata dengan bumi, ketika kursi empuk terakhir sudah usai diperebutkan, ketika darah terakhir sudah menetes, ketika keping rupiah terakhir sudah tak berharga lagi, ketika itu manusia baru sadar, bahwa kesombongan mereka tak enak untuk disantap.

Saya tiba-tiba teringat syair Emha Ainun Najib dalam Kado Muhammad:

“…..Tapi kita iseng terhadap sesama manusia, kita tidak serius terhadap nilai-nilai, bahkan terhadap Tuhan kita pun bersikap setengah hati!”

Saya hanya mampu berdo’a sebagaimana Allah menyuruh kita berdo’a:

“Ya Tuhan, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka, ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim.” (Qs 23: 93-94)

Armidale, 23 Oktober 1997

Posting Iseng Terhadap Tuhan? ditampilkan lebih awal di Gus Nadirsyah Hosen.

Powered by WPeMatico

You may be interested

Nadirsyah Hosen, kisah santri menaklukkan Barat
Aneka
shares10 views
Aneka
shares10 views

Nadirsyah Hosen, kisah santri menaklukkan Barat

admin - Jul 16, 2018

Simak wawancara dengan Beritatagar di Hotel Ciputra Grogol 2 Juni 2018 https://beritagar.id/artikel/figur/nadirsyah-hosen-kisah-santri-menaklukkan-barat Share on: WhatsAppPosting Nadirsyah Hosen, kisah santri menaklukkan…

Aneka
shares11 views

Nadirsyah Hosen melawan radikalisme di media sosial

admin - Jul 16, 2018

Nadirsyah Hosen satu-satunya orang Indonesia yang menjadi pengajar di Fakultas Hukum Monash University, Melbourne, Australia. Di media sosial, penyanang dua…

Aneka
shares13 views

NU itu Apa?

admin - Jul 14, 2018

Hari ini aku bertamu ke seorang Kiyai untuk Silaturrahim dan minta doa selamat dalam perjalananku menuju Jawa Timur malam ini,…

Silahkan komen..

%d bloggers like this: