Lontarkan Ucapan Isu SARA Dan Ancam Bunuh Ahok, Pria Dilaporkan

November 7, 2016
125 Views

Jakarta- Belum usai pengusatan dugaaan penistaan terhadap calon Gubernur Basuki Tjhaja Purnama alias Ahok prihal surat Al Maida Ayat 51, kini beredar tayangan salah satu pria tua yang terlihat marah-marah meminta cagub Ahok tidak masuk di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

img-20161107-wa000

Pria tua yang mengenakan kemeja dan kopiah putih dan sorban hijau mengaku sesepuh di wilayah Rawa Belong Kebon Jeruk mengeluarkan ucapan siapa yang dapat bunuh Ahok akan dibayar 1 miliar.

Tak hanya mengeluarkan pernyataan syambara iming-iming Rp. 1 Miliyar seraya menenteng pengeras suara melontarkan kata-kata isu SARA yakni membawa salah satu etnis. Dalam video tersebut sang pria tidak takut-takut mengeluarkan ucapannya dihadapan aparata kepolisian.

“Ane minta kalau calon gubernur nomor urut dua (Ahok) masuk Kebun Jeruk, jangan dikawal, lepasin aja. Gue kasih satu miliar untuk bunuh Ahok,” ujar pria bertopi haji tersebut.

Ia juga mengaku rela jual rumah Rp.10 miliar untuk membayar siapa saja yang bisa pembunuh Ahok.“Gua jual rumah gua Rp 10 miliar. Ada satu miliar ditangan gua, gua kasih yang bisa motong Ahok. Mati dan hidup kapan pun juga,” tegas Pak Haji.

Beredarnya video tersebut disayangkan dari Aliansi Masyarakat Cinta Damai Jakarta dan Jaringan Advokat Republik Indonesia (JARI). Senin, (7/10) mereka mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan sang pria tersebut.

Dalam laporannya seperti dikatakan Ketua Umum JARI agara aparat polisi mengusut pria tersebut lantaran sudah dianggap meresahkan masyarakat, tertuma kaum etnis. “Apa yang dikatakan pria itu sudah terlewat batas dikarenakan sudah mengandung unsur SARA.

Seharusnya isu SARA tidak dibawa-bawa dalam Pilkada. Melainkan tetap menjaga kerukunan,” tegas Krisna Murti kepada wartawan.

“Bagi kita ini sudah terlewat batas karena sudah masuk pengancaman dan menjanjikan iming-iming hadiah Rp.1 Miliar untuk kepala Ahok. Kita juga menyayangkan adanya pernyataaan unsur membawa-bawa SARA, meskipun sudah diingatkan oleh rekannya,” papar Krisna.

Menurut Krisna bahwa ucapannya tersebut membuat keresahan dan memperkeruh serta menjadi ketakutan para etnis yang ada di Jakarta. “Kita anggap sudah bagian provokator, terlebih mengandung unsur SARA. Kan sudah jelas himbauan Pak Presiden Jokowi dan Kapolri beda pendapat boleh, terpenting tidak membawa SARA. Justru dengan ancaman itu membuat kerukunan menjadi hancur,” jelasnya kembali.

“Karena itu kami meminta aparat hukum segera memanggil pria tersebut dan diproses secarta hukum terutama mengenai SARA. Bilamana ini dibiarkan akan menjadi keresahan kaum etnis, dan kedepan akan lebih brutal kembali. Laporan kita sesuai dengan perbuatannya,” ujarnya.

You may be interested

Proyek Perumahan Gantari Land IPB Mangkrak, Pihak Pengembang Melakukan Penipuan?
Aneka
shares232 views
Aneka
shares232 views

Proyek Perumahan Gantari Land IPB Mangkrak, Pihak Pengembang Melakukan Penipuan?

Jari - Jul 25, 2017

Jakarta- Hingga saat ini proyek pembangunan perumahaan khusus karyawan IPB belum jelas kapan dibangun. Usut diusut kabarnya alasan tersendat perumahan…

Pengacara Krisna Murti, SH Siap Benahi Pengembang Perumahan Nakal Di Bogor, Termasuk Gantari?
Aneka
shares172 views
Aneka
shares172 views

Pengacara Krisna Murti, SH Siap Benahi Pengembang Perumahan Nakal Di Bogor, Termasuk Gantari?

Jari - Jul 24, 2017

Jakarta- Pengcara ternama yang juga salah satu calon Bupati Kabupaten Bogor Krisna Murti SH, ditunjuk oleh CV. PUTRA BERKARYA salah…

Pengembang Perumahan IPB Bogor Digugat Rekanan Kerja
Aneka
shares118 views
Aneka
shares118 views

Pengembang Perumahan IPB Bogor Digugat Rekanan Kerja

Jari - Jul 24, 2017

Jakarta- Salah satu penyelengara kegiatan Event Organizer CV. PUTRA BERKARYA tengah siap melaporkan pengembang perumahan PT. GANTARI BAWANA Corp yang…

Silahkan komen..

%d bloggers like this: