Langsung Ditahan KPK, Mantan Menkes Siti Fadilah Minta Jokowi Adil

October 24, 2016
90 Views

JariBerita.com- Tidak menunggu lama-lama penyidik Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) langsung menahan ‎mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. KPK menahan Siti usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, Senin (24/10/2016).

Selanjutnya dengan mengenakan Rompi orange Siti langsung digiri ke Rumah Tahanan Pondok Bambu. Prihal penahannya tersebut seperti dikatakan pihak KPK Yuyuk demi kepentingan penyidikan. “Demi kepentingan penyidikan ditahan untuk 20 hari pertama,” kata Yuyuk di kantor KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Sementara itu ketika dikonfirmasi mengenai penahannya oleh wartawan Siti mengaku binggung. Dirinya tidak mengetahui alasam KPK menahan dirinya dan dalam kasus apa. “Saya juga binggung ditahan kasus apa yang sebenarnya,” tegas Siti usai keluar dari KPK.

Tegas Siti semenjak menjabat Menteri Kesehatan dirinya mengaku tidak mempunyai masalah, termasuk masalah dengan korupsi. “Saat menjadi Menteri tidak ada sangkut pautnya dengan korupsi di tataran pemegang tender pengadaan alat kesehatan.Ini tidak adil untuk saya,” ujarnya mengenakan baju tahanan.

Bahkan dirinya menduga kasusnya ini digenjot penegak hukum atas dasar pesanan oknum tertentu. Pasalnya banyak kasus-kasus besar, namun dirinya justru yang ditahan. Atas dasar itu dirinya meminta kepada Presiden Jokowi untuk adil dalam memilih kasus.

“Pak Jokowi, saya harap adil menegakan hukum dengan betul-betul. Banyak kasus yang berat beratlah dibiarkan. Saya yang sebetulnya tak bersalah malah seolah bersalah ini tidak adil ini betul betul diskriminalisasi,” kata Siti.

Sebelumnya, Siti Fadilah ditetapkan tersangka oleh KPK terkait dugaan korupsi pengadaan alat  kesehatan untuk kebutuhan Pusat  penanggulangan Krisis Departemen kesehatan dari Dana DIPA‎.
Dalam surat dakwaan mantan Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar Kementerian Kesehatan, Ratna Dewi Umar,‎ Ratna dianggap menyalahgunakan wewenang sebagai pejabat negara dengan menunjuk langsung PT Rajawali Nusindo dalam proyek pengadaan alat kesehatan dan perbekalan dalam rangka wabah flu burung tahun anggaran 2006-2007 di Kementerian Kesehatan.

Namun, dalam prakteknya, masih dalam dakwaan Jaksa KPK, PT Rajawali Nusindo justru menyerahkan pekerjaan kepada PT Prasasti Mitra, perusahaan milik  Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, kakak dari Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo.

Dalam pelaksanaannya PT Prasasti Mitra malah kembali mengalihkan pengadaan alat kesehatan itu dari beberapa agen tunggal. Yakni PT Fondaco Mitratama, PT Prasasti Mitra, PT Meditec Iasa Tronica, PT Airindo Sentra Medika, dan PT Kartika Sentamas dengan harga lebih murah.

Belakangan, dalam persidangan Ratna terungkap pula ada pertemuan Bambang dengan Siti Fadilah sebelum proyek bergulir dan disebutkan bahwa Siti yang mengarahkan supaya PT Prasasti Mitra yang mengerjakan tender ini.

Dikonfirmasi hal itu, Siti membantah tak terlibat urusan tender. Ia justru mengaku aneh karena penanganan kasus ini terlalu lama.  “Saya selaku menteri ketika itu tidak ada urusan sama tender. Ini sudah lama sekali, saya sudah jadi tersangka tapi ini aneh tiba-tiba,” kata Siti.

Siti Fadilah sebelumnya juga telah melayangkan gugatan prpaperadilan atas penetapan tersangka ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tapi gugatannya ditolak majelis hakim seluruhnya. ‎

You may be interested

Aneka
shares11 views

Selamat Idul Fitri dan Mohon Maaf Lahir – Batin

admin - Jun 18, 2018

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang…

Aneka
shares11 views

Memahami Pesan Rahmah KH Yahya Cholil Staquf

admin - Jun 18, 2018

Sisi lain. Dari sudut pandang yg berbeda. Begitulah peranan Pak Kiai Yahya Cholil Staquf. Datang sbg pribadi, tapi mendadak sorot…

Ketika Rasul Tidak Jadi Membocorkan Waktu Pasti Lailatul Qadar
Aneka
shares13 views
Aneka
shares13 views

Ketika Rasul Tidak Jadi Membocorkan Waktu Pasti Lailatul Qadar

admin - Jun 18, 2018

Ternyata Rasulullah SAW pernah hendak memberitahu para sahabat beliau akan kepastian waktu datangnya lailatul qadar pada malam yang keberapa, namun…

Silahkan komen..

%d bloggers like this: