Panasnya Berebut Ketum PB PBSI, Gita Wirjawan Dianggap Menghina

October 22, 2016
114 Views

JariBerita.com. Jelang Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) periode 2016-2020 yang akan berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, 30 Oktober hingga 1 November 2016 mulai memanas. Masing-masing para calon Ketua Umum saling mengklaim mendapatkan dukungan dari pengurus provinsi.

Disamping itu pula calon yang mulai turun ke daerah untuk mencari dukungan. Seperti halnya calon Gita Wirjawam yang melakukan pertemuan dengan pengurus PB PBSI. Namun sayangnya kegiatan pertemuan yang dilakukan Gita Wirjawan diartikan negative oleh beberapa pengurus PB PBSI.

Bahkan disebut-sebut mantan Menteri Perdagangan era pemerintahan SBY dianggap menghina pengurus PB PBSI. Disisi lain kegiatan yang dilakukan Gita Wirjawan diartikan sebagai kampanye terselebung dengan memanfaatkan pertemuan.

Pernyataan tersebut seperti disampaikan Sekretaris Dewan Pengawas Abdullah Fadri Auli. Abdullah yang juga Ketua PBSI Lampung mengaku kerap kecewa terhadap calon ketua umum Gita Wirjawan. Gita dianggap telah memanfaatkan kesuksesan atlet dan juga anggaran PP PBSI untuk melakukan kegiatan ramah tamah perayaan Ahmad Tontowi/Liliyana Natsir Senin (3/10) lalu.

Abdullah menilai makan malam yang dilakukan Gita bersama pengurus sebagai kampanye gelap dalam kafasitasnya sebagai Ketua Umum PB PBSI periode 2016-2020. Kekecewaan terhadap Gita juga dicetuskan oleh Ketua Harian PBSI Banten, Muhammad Ferli. M Ferli beranggapan makan malam yang dilakukan Gita dan para pengurus pusat telah menghina PBSI.

Ferli menilai apa yang dilakukan Gita dianggap tidak profesional. ‘Kita nilai tidak profesional dan terkesan menggiring opini publik. Paang pastinya makan malam yang lalu Banten diundang secara dadakan. Makan malam hanya menjadi alasan untuk mendukung calon dan tidak fair. Karena sudah mengiring opini public, tentunya Banten dengan tegas menolak itu,” tegas Ferli.

You may be interested

Aneka
shares17 views

Dialog Sokratik

Adi Sus - Feb 03, 2018

Usai Refleksi 30.12.17 aku ditanya seseorang: apakah dialog konstruktif itu?. Ia rupanya tertarik dengan pernyataan ku: “yang harus dikembangkan adalah…

Aneka
shares15 views

Refleksi 2017

Adi Sus - Feb 03, 2018

Dalam acara Refleksi Akhir Tahun Keberagaman dan Toleransi di Wilayah Cirebon yang diselenggarakan oleh Fahmina-Institute, 30.12.17 di hotel Bentani, Cirebon,…

Aneka
shares15 views

Jahiliyah

Adi Sus - Feb 03, 2018

Tak dinyana, kemarin, 05.11.17, dalam perjalanan menuju kantor Fahmina institute, seorang mahasiswa yang mengantarkan aku bertanya tentang arti “Jahiliyah”. Dia…

Silahkan komen..

%d bloggers like this: