Target e-KTP Meleset Direncanakan Tuntas Tahun 2017, Ini Kata Mendagri Tjahjo Kumolo

August 26, 2016
87 Views

JariBerita.com- Kendati kebijakan warga Indonesia memberlakukan e-KTP, namun hingga saat ini kebijakan tersebut masih belum berhasil dan sesuai target. Seperti dikatakan Kementrian Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo hingga saat ini masih banyak warga Indonesia bahkan hingga jutaan belum melaksanakan kebijakan e-KTP. Menurutnya banyak warga Indonesia yang belum memiliki e-KTP menjadi preseden buruk bagi keberlangsungan kehidupan warga masyarakat lantaran tidak mempunyai identitas kependudukan yang jelas.

Alasan Tjahjo alasan taret meleset lantaran merasa kesulitan mendata bagi warga Indonesia yang tinggal dipedesaan atau pelosok. “”Sekitar 22 juta penduduk Indonesia yang tinggal di pedesaan ataupun perkotaan, belum memiliki data kependudukan secara elektronik atau e-KTP. Padahal Pemerintah sendiri menargetkan pada 2017 seluruh penduduk Indonesia sudah memiliki e-KTP. Upaya memiliki e-KTP lantaran berkaitan dengan penerapan pengambilan suara secara elektronik (e-voting) saat penyelenggaraan pemilihan umum,” tegas Thajo Kumolo.

“Dari 256 juta penduduk masih 22 juta orang yang belum mau merekam datanya padahal KTP. Dengan e-KTP dapat  mendata kependudukan yang jelas, seperti keperluan menikah, masuk usia dewasa, atau pindah alamat pasti mengajukan KTP. “Jadi Mendagri akan dorong terus dengan pemberlakukan e-KTP. e-KTP penting menyangkut banyak hal termasuk pembuatan kartu BPJS dan paspor misalnya. (e-KTP bisa juga digunakan) untuk kepentingan politik yaitu e-voting, kalau e-voting cukup dimasukkan KTP-nya ke alat lalu selesai ” tegas Tjahjo.

Dirinya juga meminta maaf atas lambannnya proses pelayanan pembuatan e-KTP yang belum maksimal. “Kemendagri beserta jajarannya terus berusaha meingkatkan perbaikan dan mutu dalam perekaman data. Mohon dimaafkan SDM kita sama, mungkin di Jakarta cepat tapi di pelosok pelosok daerah belum optimal,” pungkas Tjahjo

Disisi lain Tjahjo tidak menapik bahwa keterlambatan warga Indonesia memiliki e-KTP lantaran keterbatasan sumber daya manusia menjadi alasan utama.Selain itu batas waktu ditetapkan tenggat waktunya hingga 30 September 2016.  “Tenggat waktu ditetapkan untuk mendorong masyarakat agar meluangkan waktu melakukan rekam e-KTP. Tapi Mendagri telah menyiapkan 4,5 juta blanko e-KTP untuk dikirim ke sejumlah daerah, dan sudah memerintahkan para petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten agar menerapkan sistem “jemput bola” untuk meningkatkan akses masyarakat pada kepemilikan e-KTP,” paparnya.

 

You may be interested

Aneka
shares3 views

Warisan

admin - May 24, 2018

Di Konya, Anatolia, Turki, 2013, usai ziarah di Maulana Rumi, dengan jalan kaki aku menyusuri jalan cahaya menuju Syamsi Tabrizi, Darwish…

Ngaji Singkat Kitab Tanwirul Qulub
Aneka
shares4 views
Aneka
shares4 views

Ngaji Singkat Kitab Tanwirul Qulub

admin - May 21, 2018

1. Hari ke-3 puasa, sambil nyantai saya baca ulang kitab tanwirul qulub, dan saya mau sedikit share di sini. Bismillah…

Membantah narasi khilafah ala HTI
Aneka
shares7 views
Aneka
shares7 views

Membantah narasi khilafah ala HTI

admin - May 21, 2018

Membantah berbagai narasi khilafah ala HTI. Tulisan saya di Jawa Pos hari ini 12 Mei 2018 menyikapi putusan PTUN. Thought…

Silahkan komen..

%d bloggers like this: