DPR Kenaikan Harga Rokok Untungkan Pengusaha

August 22, 2016
58 Views

JariBerita.com – Rencana kenaikan harga rokok perbungkus Rp. 50 ribu menjadi bahan perbincangan berbagai kalangan, termasuk para anggota DPR RI. Seperti ditegaskan anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay banyak anggota DPR yang mendukung wacana kenaikan tarif  harga rokok. Alasan mereka mendukung untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok bagi kesehatan.

Menurutbta rencana kenaikan itupun menjadi bahan pembicaraan beberapa anggota DPR RI. “Secara informal sesama anggota sudah dibicarakan, tetapi belum pada rapat formal. Yang jelas, ada banyak anggota yang tidak keberatan dengan kenaikan harga rokok tersebut,” ungkap Saleh di Jakarta, Minggu 20 Agustus 2016.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengapresiasi rencana pemerintah menaikkan tarif cukai harga rokok. Bahkan rencana pemerintah tersebut perlu diapresiasi. “Setidaknya, ada keinginan politik dari pemerintah untuk mengurangi jumlah perokok di Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap kenaikan harga rokok menjadi momentum bagi para perokok untuk berhenti atau setidaknya mengurangi konsumsi rokok. Akan tetapi dirinya meminta kepada pemerintah melakukan kajian secara serius dampak sosial dan ekonomi dari kenaikan tarif cukai dan harga rokok.

“Jangan sampai kenaikan harga rokok hanya menguntungkan pengusaha. Pemerintah harus memikirkan agar para petani tembakau juga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya.

Disisi lain, kenaikan tarif cukai dan harga rokok jangan hanya ditujukan untuk meningkatkan penerimaan dari cukai semata, melainkan bersifat temporal dan sektoral. “Harus dibangun argumen logis bahwa kenaikan itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok bagi kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu salah satu produsen rokok terbesar PT HM Sampoerna Tbk berharap rencana pemerintah menaikan harga cukai rokok harus peril dipertimbangkan secara matang. Seperti dikatakan Head of Regulatory Affairs, International Trade, and Communications Sampoerna, Elvira Lianita kepada wartawan bahwa banyak aspek yang perlu diperhatikan dengan kenaikan rokok tersebut.

“Banyak mata rantai yang perlu diperhatikan dengan kenaikan cukai rokok, seperti industri tembakau yaitu meliputi petani, pekerja, pabrik, pedagang, hingga konsumen.Karena kenaikn harga rokok melihat kondisi industry dan daya beli masyarakat saat ini,” jelas Elvira. (Sigit)

 

You may be interested

Aneka
shares8 views

Bagaimana Memahami Hukum Allah?

admin - Apr 20, 2018

Tadi pagi aku diskusi dengan beberapa mahasiswa tentang situasi mutakhir Indonesia yang centang perenang, karut bin marut, saling dendam kesumat…

Aneka
shares11 views

Egoisme

admin - Apr 20, 2018

Ada firman Allah dalam Al-Qur’an yang selalu aktual : وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا…

Aneka
shares12 views

Kiyai dan Ayam

admin - Apr 15, 2018

Selepas Isya’, setelah merasa cukup memberikan pengajian selama bertahun-tahun pada santrinya, seorang Kiyai memberikan santrinya masing-masing seekor ayam. Kiyai berpesan,…

Silahkan komen..

%d bloggers like this: