Presiden Rodrigo Dutarter Memutuskan Fhilipina Keluar Dari PBB?

August 22, 2016
55 Views

JariBerita.com – Belum usai mengenai pernyataan Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang dianggap telah menghina dan “tidak pantas” terhadap Duta Besar Amerika, Philip Goldberg, Duterte kembali mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan.

Presiden penuh pro kontra itu dalam pidatonya mengancam keluar alias pisah dengan PBB. “Mungkin kita (Filipina) harus memutuskan untuk memisahkan diri dari PBB,” ujar Duterte dalam pidatonya, Minggu, 21 Agustus 2016 dilansir USA Today

Pernyataan tersebut terlontar ketika dua ahli hak asasi manusia PBB mengecam dirinya, saat Duterte berupaya memerangi narkoba sebagai tindak kejahatan.

Disisi lain Duterte juga mengkritik dan menantang respons PBB soal konflik Suriah. Tidak henti sampai disitu Duterte juga menilai PBB tidak sopan. “Saya ingin ahli hukum (PBB) untuk datang ke sini dan menghitung angka kematian. Jika Anda tidak sopan, lebih baik kami keluar.” tegasnya.

Yang membuat Duterte marah dan geram lantaran sebelumnya seorang pejabat senior PBB menuduh Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, melanggar hukum internasional dalam kampanye anti narkoba. Pejabat senior PBB juga menuding ada seribu lebih orang dibunuh di Filipina dalam waktu tiga bulan belakangan karena diduga merupakan pengedar narkoba. (Sigit)

You may be interested

Aneka
shares3 views

Warisan

admin - May 24, 2018

Di Konya, Anatolia, Turki, 2013, usai ziarah di Maulana Rumi, dengan jalan kaki aku menyusuri jalan cahaya menuju Syamsi Tabrizi, Darwish…

Ngaji Singkat Kitab Tanwirul Qulub
Aneka
shares4 views
Aneka
shares4 views

Ngaji Singkat Kitab Tanwirul Qulub

admin - May 21, 2018

1. Hari ke-3 puasa, sambil nyantai saya baca ulang kitab tanwirul qulub, dan saya mau sedikit share di sini. Bismillah…

Membantah narasi khilafah ala HTI
Aneka
shares7 views
Aneka
shares7 views

Membantah narasi khilafah ala HTI

admin - May 21, 2018

Membantah berbagai narasi khilafah ala HTI. Tulisan saya di Jawa Pos hari ini 12 Mei 2018 menyikapi putusan PTUN. Thought…

Silahkan komen..

%d bloggers like this: