Memasuki Musim Haji, Kemendag Kembali Di Semprot Kalangan DPR

August 21, 2016
29 Views

JariBerita.com- Memasuki musim haji Kementrian Agama RI yang dipimpim Lukman Hakim Saifudin mulai dapat sorotan keras, terutama dari politisi di Senayan. Seperti yang ditegaskan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid mengaku prihatin dengan adanya peristiwa penangkapan terhadap 177 calon jamaah haji asal Indonesia oleh otoritas Filipina. Penangkapan mereka oleh negara tetangga itu lantaran menggunakan paspor ilegal.

Atas kejadian itu Sodik melihat bahwa kurangnya pemahaman mengenai ibadah haji dari pemerintah, terutama kinerja yang dijalankan oleh Kementrian Agama. “Seharusnya pemerintah memberikan pemahaman hakikat haji yang baik, sehingga pemikiran dan upaya tersebut tidak dilakukan oleh jamaah haji Indonesia. Salah satu contoh dengan melakukan pergi haji secara illegal Jadi saya anggap kurangnya edukasi dari Kemenag tentang manajemen haji,”tegas Sodik saat memberikan keterangnya kepada JariBerita.com, Minggu (21/8).

Disisi lain Sodik juga melihat saat ini Kemendag belum mampu mengatasi dan memberikan yang terbaik bagi jamaah haji Indonesia.Harapannya pemerintah bisa berkaca kepada musim haji yang lalu, seperti persoalan panjangnya antrian serta mengenai kepastian haji dan prihal keamanan masyarakat agar dapat  beribadah dengan tenang.

“Tentunya saya lihat semua itu dampak dari lemahnya pengawasan yang diterapkan Kemendag, begitu juga oknum-oknum travel oleh kemenag,” lanjut anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra itu.

Lanjut Soduk bahwa kejadian saat ini di Fhilipina tidak lepas adanya oknum-oknum yang mengiming-iming masyarakat Indonesia yang ingin berangakt haji dengan biaya yang murah. ‘Seharusnya menjadi cermina agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi. Sehingga persoalan haji tidak ada setiap datangnya musim haji,” tutupnya.

Seperti kita ketahui baru-baru ini imigrasi di Bandara Manila, Filipina telah memproses 177 warga negara Indonesia yang akan terbang,  Jumat (19/8/2016) menuju Madinah, Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Alasannya proses tersebut pihak otoritas Fhilipin bahwa jamaah haji Indonesia telah mengunakan faspor illegal.

Dan kini jamaah haji Indonesia masih ditahan oleh pihak Fhilipana untuk dilakukan prioses lebih jauh. Menurut direktur Biro Imigrasi Filipina, Jaime Morente, identitas calon jemaah Indonesia itu terbongkar setelah mereka ditemukan tidak dapat berbahasa Filipina ketika disapa.

 

You may be interested

Aneka
shares3 views

Warisan

admin - May 24, 2018

Di Konya, Anatolia, Turki, 2013, usai ziarah di Maulana Rumi, dengan jalan kaki aku menyusuri jalan cahaya menuju Syamsi Tabrizi, Darwish…

Ngaji Singkat Kitab Tanwirul Qulub
Aneka
shares4 views
Aneka
shares4 views

Ngaji Singkat Kitab Tanwirul Qulub

admin - May 21, 2018

1. Hari ke-3 puasa, sambil nyantai saya baca ulang kitab tanwirul qulub, dan saya mau sedikit share di sini. Bismillah…

Membantah narasi khilafah ala HTI
Aneka
shares7 views
Aneka
shares7 views

Membantah narasi khilafah ala HTI

admin - May 21, 2018

Membantah berbagai narasi khilafah ala HTI. Tulisan saya di Jawa Pos hari ini 12 Mei 2018 menyikapi putusan PTUN. Thought…

Silahkan komen..

%d bloggers like this: