PSK Asal Maroko Banting Harga di Kawasan Puncak, Berapa Tarifnya?

August 16, 2016
204 Views

JariBerita.com – Tarif perempuan pekerja seks komersial (PSK) asal Maroko di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat turun. Hal ini diduga karena semakin bertambahnya jumlah PSK asal Timur Tengah (Timteng) tersebut.

Menurut Kepala Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Bogor Imigrasi Bogor, Toto Satoto, dari pengakuan para PSK Maroko yang terjaring di kawasan tersebut, kini tarif mereka Rp 3 juta untuk sekali kencan.

“Awalnya Rp 5 juta, tapi sekarang Rp 3 juta untuk sekali kencan,” ujar Toto Satoto, Senin (15/8/2016).

“Kalau faktor utamanya saya enggak tahu. Tapi PSK ini ibarat gunung es. Jumlahnya bertambah terus, konsumen segitu saja,” imbuhnya.

Toto menjelaskan, PSK Maroko ini menolak melayani pria pribumi sehingga mereka harus bersaing ketat untuk mendapat pelanggan asal Timur Tengah.

“Alasan keamanan, mereka tidak mau kalau melayani pria lokal,” kata dia.

Kendati disinyalir jumlah PSK yang disebut Magribi ini terus bertambah, namun untuk menjaring praktik prostusi ini sulit dibongkar karena sangat tertutup dan terorganisir.

“Kemarin saja kami berhasil menangkap lima PSK Maroko dan satu orang diduga muncikari. Tidak bisa asal merazia saja,” terang Toto.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Bogor Herman Lukman menjelaskan, keberadaan perempuan Maroko tersebut telah meresahkan masyarakat sekitar.

“Mereka kerap keluar setiap magrib dan melakukan pesta setiap malamnya, sehingga mengganggu ketertiban umum,” ungkapnya.

You may be interested

Aneka
shares9 views

Jalan Bertemu Allah dan Bidadari

admin - May 25, 2018

Satu keluarga yang hampir saban hari hadir di masjid dan tampil bak orang baik hati, saleh dan religius, akhirnya meledakkan…

Aneka
shares9 views

Berselfie Ria

admin - May 25, 2018

Adik-adikku dan teman-temanku ramai-ramai berangkat umroh. Masing-masing bersama anak-anaknya. Sampai di Makkah dan Madinah mereka meng-upload foto dan dishare melalui…

Aneka
shares7 views

Warisan

admin - May 24, 2018

Di Konya, Anatolia, Turki, 2013, usai ziarah di Maulana Rumi, dengan jalan kaki aku menyusuri jalan cahaya menuju Syamsi Tabrizi, Darwish…

Silahkan komen..

%d bloggers like this: