Presiden Jokowi Mulai Dikritik Dampak Dugaan Menteri ESDM Memiliki Dua Status Kewarnageraan

August 15, 2016
39 Views

JariBerita- Ahli Hukum Tata Negara Margarito menyebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap kecolongan apabila Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar terbukti benar memiliki status kewarganegaraan Amerika Serikat. Menurut  Margarito tidak ada alasan bagi Presiden tidak mengetahui ihwal status kewarganegaraan Archandra.

“Tidak bisa beralasan soal tidak tahu, memangnya Presiden tidak mempunyai aparat atau alat-alat untuk mengetahui segala sesuatunya pada calon menterinya sebelum dipilih dan diangkat. Presiden memiliki aparat intelijen dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan lain-lainnya sampai atas militer di Amerika Serikat untuk mencari tahu secara detail mengenai informasi pada diri seseorang,” tegas Margarito.

Sehingga bilamana menteri ESDM memiliki dua kewarganegaraan Margarito menilai Presiden telah melakukan pelanggaran hukum. “Faktanya Archandra telah dipilih dan diangkat menjadi menteri oleh Presiden,” katanya. Lanjut Margarito, berdasarkan Undang-Undang Kewarganegaraan menganut prinsip warga negara tunggal. “Jadi kalau ada dua kewarganegaraan pada diri seseorang maka demi hukum orang tersebut harus dianggap telah menanggalkan kewarganegaraan Indonesia,” ujarnya.

Tegas Margarito bilamana Archandra terbukti benar memiliki dua kewarganegaraan,  sehingga konsekuensinya dia tidak bisa menyelenggarakan urusan pmerintahan di Indonesia. Untuk itu ia mendesak DPR untuk meminta pertanggungjawaban Presiden. ” DPR bisa impeachment Presiden, kalau memang dugaan itu benar,” kata Margarito.

Namun dalam hal ini, menurut Margarito, posisi Archandra sendiri tidak bisa disalahkan, atau dianggap tidak melakukan kebohongan publik. “Dia (Archandra) tidak salah, memangnya dia yang menawari ke presiden untuk menjadi menteri. Orang dia ada di Amerika terus dipanggil, dipilih oleh presiden untuk menjadi menteri. Kesalahan ada di presiden,” tuturnya.

Sementara itu pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai bilamana dugaan status Menteri ESDM dua kewarganegaraan secara otomatis status WNI hilang. “Itu baru asumsi ya soal kewarganegaraan ganda. Kalau memang benar kabar itu, maka statusnya (Archandra Tahar) sebagai WNI otomatis hilang,” kata Refly.

Disisi lain menurut Sekjend PDI Perjuangan Hasto Kritiyanto menduga ada pihak yang sengaja menjebak Presiden Joko Widodo saat perombakan kabinet beberapa waktu lalu. “PDIP mencermati ada pihak-pihak tertentu yang secara sengaja menempatkan Presiden dalam posisi yang sulit sehinga tidak melakukan pengecekan dengan seksama ketika calon menteri dibahas pada reshuffle II ini namanya jebakan batman,” kata Hasto.

Bila benar Menteri Chandra warga negara Amerika Serikat, Hasto menyakini Presiden Jokowi akan konsisten menjalankan perintah konstitusi dan melaksanakan Undang-Undang Kewarganegaraan serta Undang-Undang Kementerian Negara dengan selurus-lurusnya. Hasto menilai jabatan yang dipegang Archandra penting dalam mengelola energi dan sumber daya alam. “Para pembantu Presiden harus paham untuk melindungi Presiden dari berbagai pengaruh,” tandasnya.

You may be interested

Aneka
shares3 views

Warisan

admin - May 24, 2018

Di Konya, Anatolia, Turki, 2013, usai ziarah di Maulana Rumi, dengan jalan kaki aku menyusuri jalan cahaya menuju Syamsi Tabrizi, Darwish…

Ngaji Singkat Kitab Tanwirul Qulub
Aneka
shares4 views
Aneka
shares4 views

Ngaji Singkat Kitab Tanwirul Qulub

admin - May 21, 2018

1. Hari ke-3 puasa, sambil nyantai saya baca ulang kitab tanwirul qulub, dan saya mau sedikit share di sini. Bismillah…

Membantah narasi khilafah ala HTI
Aneka
shares7 views
Aneka
shares7 views

Membantah narasi khilafah ala HTI

admin - May 21, 2018

Membantah berbagai narasi khilafah ala HTI. Tulisan saya di Jawa Pos hari ini 12 Mei 2018 menyikapi putusan PTUN. Thought…

Silahkan komen..

%d bloggers like this: