Terkait Kasus Reklamasi, Ariesman Dituntut Jaksa 4 Tahun

August 10, 2016
18 Views

Jakarta-Terdakwa kasus dugaan Raperda Reklamasi, Ariesman Widjaja dituntut 4 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mantan Bos Agung Podomoro Land dan PT Muara Wisesa Samudera ini dianggap terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta itu juga menuntut terdakwa lainnya, Trinanda Prihantoro. Anak buah Ariesman dituntut 3,5 tahun penjara serta denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan penjara. Keduanya dianggap terbukti memberikan suap untuk memuluskan keinginan mereka menghilangkan pasal tentang kontribusi tambahan 15 persen di pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi (RWZP3K) DKI Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

“Terdakwa Ariesman Widjaja dan Trinanda Prihantoro terbukti secara sah dan meyakinkan korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Menuntut Ariesman Widjaja dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 250 juta subsidair 6 bulan kurungan dan memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan,” ujar Jaksa KPK, Irene Putri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Dalam pertimbangannya, Jaksa menganggap Ariesman dan Trinanda tidak mendukung upaya pemerintah untuk menciptakan negara yang bebas KKN. “Sementara untuk Ariesman, terdakwa merupakan aktor intelektual dalam penyuapan tersebut,” lanjut Jaksa. Untuk Trinanda, ada satu hal yang meringankan, yakni peranannya yang lebih kecil dibandingkan peran Ariesman dalam kasus ini.

Pada perkara ini, Ariesman di dakwa memberikan suap Rp 2 miliar kepada mantan anggota DPRD DKI M Sanusi untuk memuluskan keinginannya menghilangkan pasal mengenai kontribusi tambahan di Raperda Reklamasi tersebut. Sebanyak 26 orang saksi telah diperiksa dalam rangkaian persidangan ini,seperti Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi hingga Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.

Namun pada persidangan sebelumnya Ariesman kerap membantah bahwa uang Rp 2 miliar untuk M Sanusi sebagai bantuan dari teman untuk persiapan pencalonannya sebagai Gubernur 2017 mendatang. Atas itu pula Ariesman menolak disebut bantuan itu berkaitan dengan hilangnya satu pasal yang mengatur tentang tambahan kontribusi 15 persen.

Atas perbuatannya, Ariesman dan Trinanda dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a dan Pasal 13 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana Diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

You may be interested

Nadirsyah Hosen, kisah santri menaklukkan Barat
Aneka
shares4 views
Aneka
shares4 views

Nadirsyah Hosen, kisah santri menaklukkan Barat

admin - Jul 16, 2018

Simak wawancara dengan Beritatagar di Hotel Ciputra Grogol 2 Juni 2018 https://beritagar.id/artikel/figur/nadirsyah-hosen-kisah-santri-menaklukkan-barat Share on: WhatsAppPosting Nadirsyah Hosen, kisah santri menaklukkan…

Aneka
shares5 views

Nadirsyah Hosen melawan radikalisme di media sosial

admin - Jul 16, 2018

Nadirsyah Hosen satu-satunya orang Indonesia yang menjadi pengajar di Fakultas Hukum Monash University, Melbourne, Australia. Di media sosial, penyanang dua…

Aneka
shares8 views

NU itu Apa?

admin - Jul 14, 2018

Hari ini aku bertamu ke seorang Kiyai untuk Silaturrahim dan minta doa selamat dalam perjalananku menuju Jawa Timur malam ini,…

Silahkan komen..

%d bloggers like this: