Pihak Sanusi Bersikukuh Kapuk Naga Indah Sudah Miliki Perda

August 5, 2016
105 Views

Jakarta- Pihak M Sanusi seperti dikatakan kuasa hukumnya, Krisna Murti, SH kembali menegaskan bahwa apa yang yang dilakukan Chairman PT Agung Sedayu Grup Sugianto Kusuma alias Aguan dalam kesaksian dipersidangan di Tipikor, Rabu (27/7) lalu sesuai dengan fakta. Karena itu menurut dia bahwa anak perusahan Agung Sedayu, yakni PT Kapuk Niaga Indah sudah memegang izin reklamasi untuk lima pulau C, D dan E dan memilik Perda tersendiri.

“Fakta persidangan sudah jelas bahwa yang dilakukan Kapuk Niaga Indah ijinnya sesuai dengan prosedur, dan memiliki Perda tersendiri. Apalagi perusahaan Agun sudah memberikan berkontribusi Rp. 220 miliar untuk pembangunan fasilitas umum dan sosial bagi DKI Jakarta ,” tegas Krisna Murti saat dihubungi wartawan.

Seperti kita ketahui dalam kesaksian persidangan kemarin Aguan bersikukuh bahwa perizinan kepada PT KNI untuk reklamasi tiga pulau yakni C, D dan E sudah lengkap. Baik itu izin prinsip maupun pelaksanaan reklamasi sudah ada. Dia juga menegaska izin prinsip diperolehnya di era Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, dan untuk izin pelaksanaan diperoleh saat Fauzi Bowo menjabat Gubernur DKI Jakarta.

“Untuk PT KNI di zaman Sutiyoso mendapat izin prinsip. Zaman Foke mendapatkan ijin pelaksanaan. Pulau C dan D sudah dikerjakan. Pulau C sudah selesai, dan Pulau D baru setengah jadi. Sedangkan Pulau E belum dikerjakan,” kata Aguan.

Kapuk Naga Indah telah memberikan kontribusi Rp220 miliar kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov)  DKI. Pemberian tersebut sebagai kewajiban karena menjadi pengembang mereklamasi. Karena itu, kata Aguan ketika Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meminta kontribusi tambahan bahwa perusahaannya itu tidak mempermasalahkan.

“Pak Ahok minta kontribusi tambahan untuk proses PT KNI (Kapuk Naga Indah), ini tidak ada masalah karena kami sendiri sudah ada PKS (Perjanjian Kerja Sama) sendiri,” kata Aguan.

Namun Aguan keberatan harus harus memberikan  kontribusi tambahan sebesar 15 persen tersebut. “Karena pembicaraa Pak Ahok minta dibuatkan satu tanggul pantai utara,” kata Aguan.

Sebelumnya dalam kesaksian di Tipikor saat menjadi saksi terdakwa Ariesman Ahok mengakui ada beberapa pulau yang izinnya tidak melalui dirinya, seperti pulau N punya Pelindo, New Tanjung Priok. Dan pulau C dan D dikerjakan oleh PT Kapuk Naga Indah, anak perusahaan PT Agung Sedayu Group, kelompok usaha yang dibangun oleh Sugianto Kusuma alias Aguan.

Ahok mengatakan Aguan tidak ada urusannya dalam urusan ini dia tidak terbebani tambahan kontribusi karena izin sudaah keluar lebih dulu. Pulau lain sedang pengerukan.

“Pada 2010 reklamasi dilanjutkan lagi. Gubernur waktu itu memberikan izin prinsip untuk reklamasi. Kalau pembangunan itu C dan D, (milik) Kapuk Naga Indah, itu izin dikeluarkan tahun 2010, bukan oleh saya. Itu membuat mereka melanjutkan kembali,” kata Ahok.

You may be interested

Aneka
shares3 views

Warisan

admin - May 24, 2018

Di Konya, Anatolia, Turki, 2013, usai ziarah di Maulana Rumi, dengan jalan kaki aku menyusuri jalan cahaya menuju Syamsi Tabrizi, Darwish…

Ngaji Singkat Kitab Tanwirul Qulub
Aneka
shares4 views
Aneka
shares4 views

Ngaji Singkat Kitab Tanwirul Qulub

admin - May 21, 2018

1. Hari ke-3 puasa, sambil nyantai saya baca ulang kitab tanwirul qulub, dan saya mau sedikit share di sini. Bismillah…

Membantah narasi khilafah ala HTI
Aneka
shares7 views
Aneka
shares7 views

Membantah narasi khilafah ala HTI

admin - May 21, 2018

Membantah berbagai narasi khilafah ala HTI. Tulisan saya di Jawa Pos hari ini 12 Mei 2018 menyikapi putusan PTUN. Thought…

Silahkan komen..

%d bloggers like this: